Kamis, 31 Mei 2012

Analisis Bahasa Slang


BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang
Bahasa slang adalah variasi bahasa yang bercirikan kosakata yang baru dan cepat berubah. Penggunaan bahasa slang di kalangan mahasiswa yang semakin tinggi intensitasnya membuat kosa kata dalam bahasa slang semakin bertambah dan rumusan pembentukannya pun menjadi tidak tetap.
Banyak para mahasiswa yang menggunakan bahasa slang dalam percakapan sehari-hari. Mengingat semakin berkembangnya arus komunikasi, maka mahasiswa telah mengesahkan pemakaian bahasa slang di setiap situasi dan tidak memperhatikan keadaan dengan siapa dan dimana mereka menggunakan bahasa tersebut.
Saat ini bahasa slang  menjadi umum digunakan sebagai bentuk percakapan sehari-hari dalam pergaulan di lingkungan sosial. Terkadang dapat disimpulkan bahasa slang adalah bahasa utama yang digunakan untuk komunikasi verbal oleh setiap mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari, kecuali untuk kebutuhan formal. Karenanya akan menjadi terasa 'aneh' untuk berkomunikasi secara verbal dengan orang lain menggunakan bahasa Indonesia formal.


1.2   Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan di atas, maka pokok permasalahan yang akan dibicarakan adalah:
1.      Bagaimana penggunaan bahasa slang pada mahasiswa bahasa indonesia kelas VB?
2.      Apa saja hal-hal yang perlu dilakukan untuk menanggulanginya?

1.3   Tujuan Penelitian
            Secara umum, tujuan penelitian ini adalah untuk memeriksa pemakaian bahasa slang. Adapun  tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah:

1.      Menjelaskan penggunaan bahasa slang pada mahasiswa bahasa indonesia kelas VB.
2.      Mendiskripsikan hal-hal yang perlu dilakukan untuk menanggulanginya.


1.4   Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah untuk mendapat pengetahuan yang lebih
mendalam tentang slang. Slang bersifat temporer dan berubah-ubah
mengikuti perkembangan jaman. Penelitian ini dapat membantu orang-orang yang akan
berkomunikasi dengan masyarakat yang menggunakan gaya bahasa slang khususnya pada
remaja atau mahasiswa dalam percakapannya dan penelitian ini berguna sebagai
referensi untuk peneliti lain yang akan menganalisa slang dari sudut pandang yang lain.


BAB II
KAJIAN PUSTAKA


2.1  Pengertian Bahasa Slang

Yang dimaksud bahasa slang ialah variasi sosial yang bersifat khusus dan rahasia. Artinya, variasi ini digunakan oleh kalangan tertentu yang sangat terbatas, dan tidak boleh diketahui kalangan diluar kelompok itu. Oleh karena itu, kosakata yang digunakab dalam slang berubah-ubah. Slang lebih merupakan gramatika, bersifat temporal dan lebih umum digunakan oleh kaula muda. Slang digunakan sebagai bahasa pergaulan. Kosakata slang dapat berupa pemendekan kata, penggunaan kata alam diberi arti baru atau kosakata yang serba baru dan berubah-ubah.Disamping itu slang juga dapat berupa pembalikan tata bunyi, kosakata yang lazim dipakai di masyarakat menjadi aneh, lucu, bahkan ada yang berbeda dari makna sebenarnya.

Fathuddin (1999 : 8) mengungkapkan bahwa slang merupakan bahasa gaul yang hidup dalam masyarakat penutue asli dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti dalam obrolan antar teman atau dalam media seperti televisisi, film dan besar kemungkinan dalam komik/ novel, saat memaparkan suasana makna bahasa tersebut.

Selanjutnya, Alwasilah (1993 : 47) menyatakan bahwa penggunaan bahasa slang adalah memperkaya kosakata bahasa dengan mengkomunikasikan kata-kata lama dengan makna baru. Pemakaian slang dengan kosakata yang sama sekali baru sangat jarang ditemui. Slang merupakan kosakata, bukan gramar atau pengucapan.

Bahasa slang oleh Kridalaksana (1982 : 156) dirumuskan sebagai ragam bahsa yang tidak resmi dipakai oleh kaum remaja atau kelompok sosial tertentu untuk komunikasi intern sebagai usaha orang diluar kelompoknya tidak mengerti, berupa kosakata yang serba baru dan berubah-ubah. Hal ini sejalan dengan Alwasilah (1985 : 57) bahwa slang adalah variasi ujaran yang bercirikan dengan kosakata yang baru ditemukan dan cepat berubah, dipakai oleh kaum muda atau kelompok sosial dan profesional untuk komunikasa di dalamnya.

Dilihat dari definisi slang menurut Swan , dapat kita simpulkan bahwa bahasa slang adalah jenis kosakta yang sangat informal, yang biasanya digunakan dalam percakapan oleh orang yang saling mengenal dengan baik. Jadi, jika kita menggunakan bahasa slang dengan orang bule yang tidak kita kenal, itu namanya kita sok akrab.
Slang  adalah ragam bahasa tidak resmi, dan tidak baku yang sifatnya musiman, dipakai oleh kelompok sosial tertentu untuk komunikasi intern, dengan maksud, agar yang bukan anggota kelompok tidak mengerti. (http://id.wikipedia.org/wiki/Slang). Slang di ciptakan oleh perubahan bentuk pesan linguistik tanpa mengubah isinya untuk maksud penyembunyian atau kejenakaan. Jadi slang bukanlah ketika kita berbicara yang seharusnya sebuah bahasa, melainkan hanya transformasi parsial sebagian dari suatu bahasa menurut pola-pola tertentu. Contohnya, kata bahasa Indonesia mobil dapat diubah wujudnya menjadi bo’il, bolim, demobs atau kosmob. Atau berlebihan yang berubah wujudnya menjadi “lebay”.


Slang berarti ucapan populer yang kita dengar sehari-hari di daerah tertentu (Mansoer Pateda, 1987: 55). Sebagai ucapan populer, maka Slang merupakan bahasa pergaulan di dalam kelompok tertentu yang terbatas, biasanya kaum remaja atau anak-anak muda. Slang digunakan dengan tujuan agar kelompok lain tidak dapat mengetahui apa yang sedang dibicarakan oleh kelompok yang bersangkutan. Oleh karena itu Slang bersifat khusus dan rahasia, pada kelompok terbatas. Bahasa prokem termasuk di dalam Slang (Maryono Dwiraharjo, 2001: 28). Dilihat dari bentuknya, Slang dapat digolongkan sebagai ragam bahasa tak resmi, berupa kosakata yang serba baru dan berubah-ubah (Harimurti Kridalaksana, 2001: 200).
Slang yang berubah-ubah atau bersifat temporal (Abdul Chaer, 1995: 87-88) itu menyebabkan Slang biasanya tidak bertahan lama. Hal ini sesuai dengan sifatnya sebagai bahasa rahasia, yang hanya diketahui oleh kelompok sendiri. Begitu orang lain atau kelompok lain mengetahui kosakata yang digunakan, maka sifat kerahasiaan itu sudah memudar. Seiring memudarnya kerahasiaan, maka orang menghadapi dua pilihan, yakni (1) kembali kepada bahasa pergaulan biasa, atau (2) menciptakan kosakata dengan rahasia yang baru.
Slang berada di bawah pengaruh linguistik produktif dari sikap-sikap macam tertentu. Slang selalu digunakan sesuka penuturnya. Slank ini merupakan permainan sosial, dan terutama merupakan bahasa lisan (Basuki Suhardi, 1995: 164-168). Sebagai permainan sosial Slang merupakan hasil kreativitas kelompok-kelompok anak muda dalam masyarakat tertentu. Sebagai bahasa lisan, Slang tidak banyak diingat, meski oleh pemakainya sendiri, setelah bahasa itu tidak digunakan lagi.
Slang juga tidak meninggalkan dokumen tertulis karena ia “hanya” bahasa pergaulan untuk menunjukkan keakraban dan kesamaan “identitas” dalam kelompok, bukan untuk mengatakan maksud yang resmi.
Dibawah ini contoh-contoh bahasa slang ( Bahasa Indonesia)
Jangan lebay                - jangan berlebihan
Di bikin cincay saja     - Di bikin mudah saja.
Jutek banget sih          - Sombong sekali.
Jayus deh                    - Tidak lucu deh
Jangan plongo             - jangan bingung/melamun
Jijay banget                 - menjijikan sekali
mau kemenong            - mau kemana
Bedasarkan contoh-contoh diatas, Slang di ciptakan oleh perubahan bentuk pesan linguistik tanpa mengubah isinya untuk maksud penyembunyian atau kejenakaan, jadi slang bukanlah jika kita berbicara yang seharusnya sebuah bahasa, melainkan hanya transformasi  sebagian dari suatu bahasa menurut pola-pola tertentu. Bahasa berkembang maju perlahan-lahan, sebagai mana umat amnesia berkembanag. Jadi, bahasa gaul atau slang merubah dan mengembangkan Linguistik secara signifikan.
2.2     Jenis- jenis Bahasa Slang

Menurut Sumarsana dan Partana (laman pusat bahasa dan sastra, 2004) berdasarkan bentuknya bahasa slang dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis/bagian. Bentuk-bentuk bahasa slang ini terdapat hampir diseluruh bahasa slang yang ada didunia. Jenis-jenis bahasa slang ini antara lain adalah :

1.      Jargon
Jargon merupakan ungkapan atau ekspresi yang dapat juga berupa kalimat pendek yang biasanya dipopulerkan oleh orang yang terkenal. melalui media seperti televisi, bioskop radio, koran dan majalah, dapat berupa reklame/iklan, potongan dari sebuah lirik lagu, suatu dialog dalam sebuah film atau gaya bicara dari seorang pesohor (selebritis). Ungkapan ini kemudian menjdi populer, menyebar dan digunakan oleh penutur bahasa slang yang umumnya merupakan kaula muda. Contoh jargon antara lain seperti ungkapan “So what gitu lho” yang merupakan judul dan potongan sebuah lagu hip-hop yang dipopulerkan Saykoji. Ungkapan ini digunakan penutur bahasa slang sebagai ekspresi untuk mendukung pendapat dari isi kalimat atau topik yang diungkapkan sebelum kata ini.

2.      Prokem
Prokem atau bahasa okem merupakan variasi bahasa slang yang dalam pembentukan katanya biasa menambah suatu kata dasar dengan sebuah awalan atau akhiran, membalikan susunan kata atau dengan memberi suatu sisipan. Sehingga bentuk kata asli yang lazim di masyarakat berubah bunyinya menjadi aneh, lucu bahkan menjadi tidak dapat dipahami. (Sumarsana dan Partana dalam Lubis Grafura Blog).
3. Cant
Cant adalah bahasa yang menjadi ciri khas dari suatu golongan, misalnya bahasa golongan penegak hukum (polisi) yang menggunakan kode-kode rahasia dalam berkomunikasi dilapangan. Bahasa kaum banci, bahasa pemakai narkoba dan pelaku kriminalitas. Contohnya bahasa yang digunakan pemakai narkoba, yang mengubah vokal i suku kata terakhir dari setiap kata dasar dengan bunyi aw. Misalnya kata putih yang merupakan kata ganti dari kata heroin, berubah menjadi putaw, kata pakai menjadi pakaw, sakit menjadi sakaw dan seterusnya.
4. Argot
Argot merupakan dialek dari suatu golongan, biasanya berhubungan dengan lingkungan pekerjaan. Misalnya dialek dalam lingkungan politk, bidang hukum, bidang ekonomi, bidang sastra dan bidang-bidang lainnya.

5. Colloqial
Colloqial adalah bahasa non formal atau tidak resmi. Colloqial juga disebut sebagai bahasa sehari-hari. Ciri khas dari bahasa ini antara lain adalah dikuranginya pemakaian fitur-fitur linguistik yang terdapat dalam kalimat. Dapat dilihat pada contoh kalimat berikut : “Kalau begitu, kenapa tidak pergi saja”. Dalam bahasa sehari-hari berubah menjadi “Klo gitu napa nggak pigi aja”. Pengurangan pemakaian fitur linguistik ini dimaksudkan agar komunikasi bahasa dapat lebih ringkas dan praktis, bersifat akrab dan menciptakan suasana yang tidak kaku (formal/resmi).

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1   METODE PENELITIAN
            Metode yang digunakan dalam penelitian ini berorientasi pada metode kualitatif yang bersifat deskriptif yang digunakan untuk memecahkan masalah dengan cara mengumpulkan data, mengklasifikasikan, menganalisis, dan menginterpretasikannya. Dalam hal ini peneliti tidak hanya terbatas pada pengumpulan data, namun meliputi analisis dan interpretasi tentang arti data tersebut.




BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Penggunaan Bahasa Slang pada Mahasiswa Bahasa Indonesia Kelas VB
Dalam setiap percakapan, selalu ada hal unik yang dapat dilihat dari sosok-sosok bergelar mahasiswa ini. Setiap kobaran semangat, pembahasan materi kuliah, hingga kekesalan kepada dosen pangampu pun menjadi topik pembicaraan khas di kalangan agen perubahan ini. Namun, bahasa seperti apakah yang digunakan oleh mahasiswa?
Dalam kesehariaannya sebagai seorang mahasiswa, seringkali bahasa slang yang menjadi bahasa utama. Kata “lo-gue”, “bro”, dan berbagai bahasa yang diplesetkan lainnya menjadi sesuatu yang tidak aneh. Bahasa seperti ini memang mampu menimbulkan perasaan akrab terhadap lawan bicara. Seolah tidak ada tingkatan status antara komunikator dan komunikannya.
Bahasa slang menjadi suatu masalah ketika mahasiswa tidak mampu menempatkan penggunaannya. Seringkali bahasa ini mereka gunakan kepada para dosen ataupun staf kampus lain. Muncul anggapan, sedekat apapun hubungan antara dosen dan mahasiswanya, bahasa dalam percakapan tetaplah menjadi sesuatu yang harus diperhatikan. Mungkin, para mahasiswa ini ingin dianggap “gaul” namun belum mampu menempatkan penggunaannya.
Hal tersebut dilakukan mahasiswa kepada staf fakultas. Bahasa yang digunakan dalam proses administrasi ataupun lobi merupakan bahasa slang. Misalnya, ketika seorang mahasiswa ingin meminta stempel fakultas. Ada beberapa kalimat yang biasa digunakan mahasiswa:
“Pak, stempel fakultas dong!”
“Pak, mau stempel fakultas.”
“Pak, boleh pinjam stempel fakultasnya? Surat ini (sambil menunjukkan surat) perlu di stempel.”
Ketiga kalimat diatas sebenarnya mengacu pada hal yang sama. Mahasiswa meminta stempel fakultas bagi surat yang dibuat fakultas untuk mempermudah urusannya. Namun ketiga kalimat tersebut memiliki tingkatan kesopanan yang berbeda.
Sebagai sosok yang mengenyam pendidikan tinggi, mahasiswa seharusnya mampu menempatkan bahasa seperti apakah yang harus digunakan dalam percakapan. Sah-sah saja jika bahasa slang digunakan dalam percakapan sesama mahasiswa. Namun, hal tersebut menjadi sesuatu yang berbeda jika dilakukan kepada dosen atau staf kampus lain.


4.2   Hal-hal yang Perlu Dilakukan
            Sehubungan dengan semakin maraknya penggunaan bahasa slang yang digunakan oleh mahasiswa, perlu adanya tindakan nyata dari semua pihak yang peduli terhadap eksistensi bahasa Indonesia yang merupakan bahasa nasional, bahasa persatuan, dan bahasa pengantar dalam dunia pendidikan. Berkaitan dengan pemakaian bahasa slang dalam dunia nyata dan fiksi yang menyebabkan interferesi ke dalam bahasa Indonesia dan pergeseran bahasa Indonesia tersebut di atas, ada hal-hal yang perlu dilakukan.
Pertama, menyadarkan para generasi penerus bangsa ini terutama para mahasiswa bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional harus kita utamakan penggunaannya. Dengan demikian, mereka lebih mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia secara baik dan benar daripada bahasa slang.
Kedua, menanamkan semangat persatuan dan kesatuan dalam diri generasi bangsa khususnya para mahasiswa untuk memperkukuh bangsa Indonesia dengan penggunaan bahasa Indonesia.
Ketiga, meningkatkan pengajaran bahasa Indonesia di sekolah dan di perguruan tinggi. Para siswa dan mahasiswa dapat diberikan tugas praktik berbahasa Indonesia dalam bentuk dialog dan monolog pada kegiatan bermain drama, dalam bentuk diskusi kelompok, penulisan artikel dan makalah, dan juga dalam bentuk penulisan sastra seperti cerita pendek dan puisi. Dengan praktik-praktik berbahasa Indonesia tersebut, dapat mengembangkan kreativitas berbahasa Indonesia mereka dan juga dapat membiasakan mereka berbahasa Indonesia secar baik dan benar.



BAB V
PENUTUP

5.1   Simpulan
            Para mahasiswa saat ini banyak yang menggunakan bahasa slang pada percakapan atau kehidupan sehari-hari. Mereka merasa lebih nyaman memakai bahasa slang dari pada bahasa Indonesia untuk berkomunikasi dengan lawan bicaranya. Seharusnya, sebagai seorang mahasiswa yang berpendidikan tinggi, mereka mampu menempatkan kapan dan dimana  bahasa slang tersebut harus digunakan.

5.2   Saran
Penelitian yang kami buat belum sempurna  sesuai yang diharapkan. Masih terdapat banyak kekurangan maupun kesalahan. Kami juga menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itulah penulis akan menerima dengan senang hati dan penuh rasa hormat akan adanya kritik dan saran yang bersifat membangun. Semoga penelitian ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca dan bagi para mereka yang membutuhkannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar